moviez

Laskar Pelangi The Movie

Berkisah tentang sepuluh anak Belitong yang gigih mengejar ilmu di sebuah sekolah islam milik Muhammadiyah, SD Muhammadiyah. Dan juga tentang seorang guru yang bernama Bu Muslimah (Bu Mus), yang mendedikasikan masa mudanya untuk mengajar di sekolah bobrok yang hampir terancam tutup itu.

Film ini bermula ketika seorang Lukman Sardi datang ke Belitong dengan bus reyot, yang kemudian baru diketahui Ia adalah Ikal dewasa. Ia mengenang masa kecilnya di tanah yang kaya Timah tersebut, yakni saat ia akan masuk SD Muhammadiyah. Bu Mus, Bakri dan Pak Harfan (kepsek) sedang menunggu kedatangan seorang murid lagi, karena jika tidak genap sepuluh, sekolah tua itu akan dibubarkan. Harun menyelamatkan kehidupan mereka yang hampir tidak jadi bersekolah. Adegan selanjutnya adalah tentang bagaimana kesepuluh anak Laskar Pelangi dan dua orang guru hebatnya menjalani kehidupan sekolah yang unik. Ada tentang karnaval yang menghebohkan, momen2 pas ikal jatuh cinta, lomba cerdas cermat, dll.

Sepuluah anak Laskar pelangi itu adalah : Ikal, Kucai, Lintang, Mahar, A Kiong, Sahara, harun, Samson, Trapani dan Syahdan. Tapi, didalam Film, kita hanya diperkenalkan pada sosok Ikal,Lintang dan Mahar. Sedangkan Sahara, Samson, Harun, Kucai dan A Kiong muncul sebagai ‘sekedar tau’ saja.

Lintang si jenius alam mendapat porsi besar dalam Film Laskar pelangi. Di buku pun, Ikal memang menaruh kekaguman khusus pada sosok Lintang, murid paling cerdas di kelas tapi bernasib paling sial : putus sekolah. Lintang harus mengayuh sepeda (di buku disebutkan pulang-pergi sekitar 80 km) ke sekolah, yang kadang ditengah perjalanan ia tidak bisa lewat karena seekor buaya sedang berjemur.

gak ada poster film, cover bukunya pun jadi...
gak ada poster film, cover bukunya pun jadi...

Buku Laskar Pelangi merupakan kisah nyata penulis sendiri. Aku rasa itu sebabnya mengapa banyak orang begitu memuja-muja novel ini. Pembaca tenggelam dalam petualangan anak-anak Laskar Pelangi dan tersentuh membayangkan bagaimana bertahun-tahun lalu, kesepuluh anak itu terjebak dalam kemelaratan hidup dan pendidikan.

Kata orang, membaca dan menonton itu beda. Seorang pembaca, belum tentu akan menyukai versi Film sebuah novel. Tapi walaupun tidak semua apa yang ada di novel dihadirkan kedalam Filmnya *bahkan berbeda sama sekali*, Aq tetap suka Film Laskar Pelangi yang digarap Mira Lesmana – Riri Riza. Dan menurut Aq, kehadiran Filmnya menghadirkan keuntungan juga bagi pembaca yang belum pernah ke Belitong *seperti Aq*, yang selama ini mungkin cuma mengira-ngira seperti apa tempatnya, jadi tahu keindahan desa kecil gantong, Belitong. OST Laskar Pelangi yang dibawain Nidji juga cucok and puas bangged sama film ini.

Memorable Scenes :
1. Harun lari-lari ke sekolah, menggenapi sepuluh orang murid SD Muhammadiyah.
2. Tarian kreasi Mahar pas karnaval. Didukung musik tradisionalnya, aduhaiii…
3. Ikal melihat kuku tangan A Ling. Lalu kotak kapur jatuh, dan Ikal bisa melihat wajah A Ling.
4. Mahar nyanyi Bunga Seroja, apa Seroja Indah gitu judulnya.
5. Lintang pergi meninggalkan sekolah, dikejar Ikal.
And many more…

Aq masih pengen nonton film ini lagi…

Iklan

5 tanggapan untuk “Laskar Pelangi The Movie

  1. Aku baru nonton td malemmm…
    *akhirnya, setelah berulang kali tertunda akibat antrian Pai Su Chen (baca : mengular)

    Aku suka sih filmnya. Salah satu film indonesia yang ‘berisi’. Tapi kalo boleh sedikit kritik, pengeksploran karakter dan gaya acting para Laskar Pelangi itu kurang begitu mendalam dan terkesan sangat ‘pemain baru sekali’.
    Yaaaa emang anak2 itu bukan dari kalangan aktor/aktris ya, tapi kan setidaknya bisa diasah lebih saat latihan.

    Untung, acting bintang-bintang senior kita menyelamatkan film ini.

    Memorable Scenes ku :

    * Muslimah saat mengetahui pertama kali kalo sang Kepala Sekolah meninggal.
    ==> Ini keren banget. Kesedihannya tidak ditunjukkan dengan air mata yg berlebihan dan teriakan (ala sinetron), gaya tubuhnya natural, lebih menunjukkan kepedihan batin yg mendalam, kegalauan yang teramat. Sumpe, ikut terhanyut pas adegan ini… Cut Mini, well done !!

    * Ikal dan Lintang (bener kan?), yang berjuang mengumpulkan teman-temannya utk kembali ke sekolah setelah Muslimah tidak datang selama berhari-hari.
    ==> Disini aku rasa acting terbaik para Laskar Pelangi (cilik). Pesan mulia nya mencapai semua penonton, bahwa kita tidak boleh menyerah walau seberat apapun perjuangan yang harus dilakukan.

    * Muslimah kembali datang ke sekolah setelah ‘cuti’ berhari-hari, dan mendapati anak didiknya sedang belajar sendiri dgn arahan Lintang. Puncaknya saat Muslimah berpelukan dengan semua Laskar Pelangi.
    ==> We should love our teachers as much as these kids do to Muslimah. Cinta dan rasa saling memiliki antara guru dan murid-muridnya.

    * Ikal (versi gede) kembali ke Bitong.
    ==> Lukman Sardi mengakhiri cerita film ini dengan amat sangat apik…

    Pengen nonton lagi jugakkkk !!!
    🙂

  2. kenapa yak diriku males banget nonton pilm ini..padahal waktu awal rilis diriku dijakarta n disana masih ada bioskop dengan harga ‘ceban’ gak kayak dijogja udah cuma1 20rebo lagi harganya..

  3. @ Juz..
    kalo aq justru jatuh cinta sama pemain ciliknya…pas banget memerankan anak kampungnya *yaeyyallaahhh*

    @ bay-kun..
    qmu kan pasti pengennya nonton Kutunggu Jandamu kan yak..?
    hayo hayo hayo…

  4. oooo…. baykun nunggu filmnya si Persik….

    sekedar referensi tambahan aja siyh, dulu temenku nonton film si Persik sebelumnya (Tali Pocong Perawan, klo ga salah), trus dia ngasi komen gini utk acting si Persik :

    “ini sebenernya film horror apa bok*p siy, isinya buka2an mulu !!!”

    NB : temenku ini berwujud wanita

    *jika wanita saja ngomong kek gitu, apalagi kaum pria ya.. wuah, wuahhh…*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s