bookz · moviez

Twilight

Nonton Twilight, untuk kedua kalinya. Dan Edward Cullen semakin charming.

Nonton sebelumnya kurang asik aja rasanya. Pertama, karena telat masuk studio. Kedua, penonton di kanan-kiri agak ‘mengganggu’. Mengganggu gimana? penonton sebelah kiri adalah sepasang kekasih, yang mana selama nonton terlihat jelas kalo si cewek ngefans abis sama novelnya dan udah hapal semua isinya. Dan dia mereka-reka adegan sesuai dengan novelnya, dibahas sama cowoknya, DAN kedengaran olehku. Mengganggu. Penoton disebelah kanan, disebelahnya Dewik, adalah dua orang pria tidak penting, yang selalu ngasih komentar di adegan-adegan tertentu. Misal, Waktu Bella dan Edward hampir kissing *tapi gak diliatin, di hutan setelah pengakuan Edward*, mereka udah ribut sendiri dan jelas-jelas kecewa karena kissingnya gak diliatin. Cabul. Mengganggu.

Nonton yang kedua, baru agak lumayan. Gak telat dan kanan-kiri hening, walau kali ini malah seorang temenku yang mengganggu banget, nanya-nanya ‘cowoknya yang mana?’ atau ‘cowoknya ini, Gur?’ atau ‘mana yang romantisnya?’. Nice.

The Novel

cover ori
cover ori

Well, kalau buku dan penulisnya, banyak orang yang membandingkan dengan kesuksesan Harry Potter saga J.K Rowling dengan Twilight saga Stephenie Meyer. It’s totally different, coy! Yang satu penyihir, yang satu lagi vampir. Yang satu Inggris, yang satu Amerika. Yang satu lebih ke persahabatan, dan yang satu roman *ROMAN wuooyyy*. Mungkin kesamaannya adalah, kedua jenis buku ini sama-sama booming, ditulis oleh ibu rumah tangga, ceritanya beda, karakter tokohnya kuat dan tentunya, gaya cerita si penulis.

Awalnya, agak enggan baca Twilight pas buku ini udah digembar-gemborkan sebagai ‘New York Times Best-Seller’. Vampir? mana keren… Tapi lama-lama, setelah nonton, setelah liat dan dengar banyak komentar tentang si vampir-keren ituh, setelah banyak orang yang jadi ngefans abis sama novel2nya, aku jadi penasaran, apa sih yang mereka-mereka ini baca? *ghua sebhaghai anakh ghaol ghak mhao khetinggalhan ghethoh lhoh*. Daaannn, komentarku setelah baca Twilight: menurutku, gaya cerita Stephenie Meyer tidak sedahsyat J.K. Rowling, aku merasa tidak terikat dengan kisah novelnya, malah cenderung agak bosan bacanya *AGAK, bukan sangat*, hargai karya orang lain. Bagiku, ceritanya memang romantis abis, tapi rasanya agak bertele-tele kurang seru dan aku jadinya kurang menikmati gitu lah.

The Movie

the movie
the movie

Syukurlah, filmnya lumayan keren . Ceritanya tentunya sama, Isabella Swan (Kristen Stewart) menjadi murid baru di SMA di Forks, kota kecil dengan curah hujan tertinggi di AS. Edward Cullen (Robert Pattinson) menarik perhatiannya *karena dia vampir super-duper-charming tentunya*, tapi sekaligus membuatnya penasaran karena Edward bersikap aneh padanya, menghindar. Selanjutnya? Semakin Edward berusaha menjauh, semakin ia tidak bisa meninggalkan Bella. Ia jatuh cinta pada Bella *karena bau darahnya juga*, begitu juga Bella. Selanjutnya [lagi]? Perjalanan cinta mereka yang rumit, cinta terlarang manusia dan vampir. Grraaww..!!

Peran Bella dan Edward cucok banget di film ini. Chemistrynya dapat. Gak salah pilih deh Kristen Stewart n Robert Pattinson dipasangkan. Pattinson begitu pas memerankan vampir dengan wajah dingin-pucatnya *walo terlalu pucat* dan sikap kaku-protektifnya *teman2ku sampe gemas-gemas sendiri pas ada Edwardnya*. But, We Love Edward Cullen, not Robert Pattinson, Hehehe. Kristen Stewart *lebih suka liat dia di Into The Wild* juga oke jadi Bella. Bodinya oke, mukanya cantik, apalagi kalo lagi ngomong, seksi abissss *tapi kenapa terkesan mupeng-menggoda? hmmm*. Dan semua adegan mereka berdua…ROMANTIS ABIS dan menurutku, itu dia daya tarik utama filmnya. Nilai plus kehadiran film ini adalah visualisasi kota Forks, pasangan Edward-Bella dan aksi para vampires yang keren bangedz.

Soundtracknya juga keren mampus. Band nya oke, score nya juga nikmat. Kalo dengar, jadi ingat adegan filmnya *okee, bukankah yang namanya OST memang begituh?* Oh BTW, Muse ikut nyumbang lagu di film ini, apakah berhubungan dengan kenyataan si Stephenie Meyer adalah penggemar Muse…?

Big thanks to the movie, aku jadi bisa bayangin Edward dan Bella versi movie nya pas baca novel Twilight, dan selanjutnya yang harus dilahap : New Moon, Eclipse, Breaking Down, Midnight Sun. Yahoo!!!

Iklan

3 tanggapan untuk “Twilight

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s