buzz..buzz..buzz..

Putus

Malam tahun baru 2009 kemarin aku lewati bersama tiga orang teman cewek, dan ketiganya mengalami yang namanya putus cinta *yaikk…!* di tahun 2008.

Teman pertama, sebut saja Mawar
Menurut kita, Mawar termasuk cewek beruntung, suka sama cowok dan ternyata cowok itu juga ada hati sama dia. Gayung bersambut lah. Kenal dari kuliah pertama kali, Mawar adalah sosok yang cuek cenderung gak peka dan pembawaannya santai, suka gak ambil pusing. Sejak akhirnya pacaran sama si cowok idaman, Mawar mengalami penurunan tingkat pergaulan. Misalnya ada kegiatan yang ada anak cowoknya, Mawar pasti gak ikut. Sebabnya? yaa, aturan dari si pacar lah. Mawar yang dulunya cuek, makin hari makin bijaksana, apalagi kalau menangani masalah ‘cowok’. Dia yang dulunya suka gak pedulian, sekarang jadi care dan jadi pengertian *sama cowoknya, bukan sama aku*. Dari ceritanya, aku tau kalau dia sayang sama cowoknya dan berusaha menjadi lebih baik *tepatnya, menjadi sosok yang diinginkan cowoknya itu* demi hubungan mereka berdua. Itu termasuk satu hal yang dulu Mawar pikir tidak akan pernah dia lakukan untuk seorang cowok. Aku lupa kapan kejadiannya *lebih tepatnya, kapan dia cerita ke aku*, Mawar bilang dia putus sama pacarnya. Diputusin. Agak kaget juga, apalagi aku tahu gimana perubahan Mawar sejak jalan sama cowok itu, gimana berkorbannya dia demi hubungan mereka yang kadang memang gak akur. Dan menurutku, alasan dia diputusin itu amat sangat tidak masuk akal, gak jelas, gak logis. Mawar yang tegar dan selalu tertawa, sampai pernah menangis didepanku *dan didepan orang banyak, kalau mereka memperhatikan* pas lihat cowoknya sedang dengan cewek lain saat mereka baru putus. WOW.

Teman kedua, Melati
Hubungan Melati dengan Ex nya udah berlangsung lama *LAMA, maksudku adalah udah lebih dari LIMA tahun. LAMA kan?*. Kita pikir, jalan hidup Melati tentang asmaranya udah jelas, udah punya arah, dan kita sering becanda kalau setelah lulus, Melati pasti akan nikah sama cowoknya itu. Tapi ya, nasib siapa tau? Melati ini kebalikan sifat dari Mawar. Menurutku, Melati tidak pernah berubah demi cowoknya. Dia selalu aktif dalam pergaulan, bahkan boleh dibilang dia itu Ibu Negara-nya anak-anak. Ekstrimnya sih, menurutku Melati nggak bisa hidup tanpa teman-temannya *hayah*, yang sebagian besar adalah cowok. Status pacarannya tidak mengganggu Melati untuk tetap berinteraksi dengan cowok. Melati tidak akan pernah menduakan teman-temannya demi cowoknya, itu pendapatku. Bagaimanapun dekatnya dia dengan teman-teman cowok, Melati tetap setia dengan pacarnya. Aku tahu itu, dan aku rasa cowoknya mengerti itu. Lalu, Melati harus menjalani hubungan jarak jauh, karena cowoknya harus bekerja di kota lain. Kita pikir itu tidak akan menjadi masalah bagi hubungan Melati dan cowoknya. Dan Melati, setauku, masih tetap setia. Tapi ternyata tidak dengan cowoknya. Melati dapat kabar tak enak dari temannya yang satu kota dengan cowoknya. Bijaknya Melati, dia menghubungi cowoknya dan menanyakan ‘gosip’ bahwa cowoknya selingkuh. Dan memang, si cowok mengakui. Kami semua kaget. Aku bertemu Melati beberapa hari setelah kejadian ‘putus’, dan katanya dia menangis seharian. Oke, aku gak ngerti dia menangisi apa.

Teman ketiga, Anggrek
Anggrek juga termasuk cewek beruntung, cowok yang dia suka ternyata juga ada hati sama dia. Dari luar, mereka ini pasangan ideal, sempurna. Si cowok punya wajah dan body oke *menurut yang laen, kalau kata aku sih biasa aja*, dan fisiknya Anggrek juga oke buat jadi model majalah *oke, agak lebay*. Dari ceritanya, Aku tau Anggrek sayang sama cowoknya dan senang dengan jadiannya mereka *pdkt-nya agak ribet*. Beberapa lama jadian, Anggrek mulai kesal dengan cowoknya itu, masalahnya : cowoknya masih berhubungan dengan mantan-mantan ceweknya. Dari sana, hubungan mereka mulai sering gak akur. Tapi hubungan mereka tetap bertahan, walau putus-nyambung. Dan tambah bikin masalah juga, menurut Anggrek, cowoknya itu suka tepe-tepe sama cewek lain. OMG. Aku pernah nanya ke Anggrek, setelah untuk kesekian kalinya dia cerita tentang sikap cowoknya yang menyebalkan itu, setelah untuk kesekian kalinya cowoknya ketauan masih berhubungan dengan mantannya *bukan hubungan biasa-biasa aja kayaknya*, kenapa Anggrek masih mau nerima dia? kenapa masih mempertahankan dia? Padahal, menurutku Anggrek bisa dapat yang lebih baik. Kata Anggrek, rasa sayang ke cowoknya memang udah gak seperti dulu lagi. Kalau dulu sih, menurutku dia memuja cowoknya. Aku rasa, Anggrek berharap cowoknya akan berubah. Puncaknya, setelah Anggrek lulus dan bekerja full-time, sementara cowoknya masih kuliah. Di lingkungan kerjanya, Anggrek bisa aja tepe-tepe, peluang selingkuh terbuka lebar. Tapi toh, dia [juga] setia dengan cowoknya. Beda dengan cowoknya. Cowoknya tepe-tepe, dan ketauan. Reaksi Anggrek biasa aja, malah reaksi cowoknya yang berlebihan, kepergok jadi salah tingkah. Cowoknya mulai mempermasalahkan Anggrek yang udah kerja dan kurang perhatian sama dia. Helllooowww….??? kenapa gak dia aja yang ngertiin ceweknya? Akhirnya mereka putus, dan kayaknya kali ini beneran.

Aku, rasanya hampir selalu menyarankan teman-temanku untuk putus saja kalau mereka udah curhat tentang masalah-masalah cowok mereka. Jahat…? Aku juga bingung. Kenapa teman-teman tersayangku mau mengorbankan diri dan pikiran untuk cowok-cowok brengsek macam mereka.

Iklan

3 tanggapan untuk “Putus

  1. hmmm… yg bagian Anggrek sepertinya pantas dijadikan skenario Termehek-Mehek…..
    cowoknya kepergok, trus salah tingkah….

    dan tambahan ya, “rasanya hampir selalu menyarankan teman-temanku untuk putus saja” ?
    Whuaahhh,, saya berani bertaruh Anda ini jomblo dan memperjuangkan kejombloan untuk semua teman2 Anda !!

  2. love is al about drama.drama.drama…..

    ember…!!!jadinya sekarang seneng banget udah banyak yang jadi member JoJoBa…Hurrrreeeyyy!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s