buzz..buzz..buzz..

i’m not okay…

Beberapa bulan terakhir terasa begitu berat bagiku. Serasa, begitu banyak situasi didepanku, dan aku tidak sanggup menanganinya. Dan yang menambah semakin berat adalah ekspektasi orang-orang yang yakin aku bisa dan aku mampu. Semuanya menambah berat beban pundakku, melebihi batas lelah kepalaku.

Ingin rasanya, mencemplungkan kepala ini ke air es biar dingin-sedinginnya. Biar semua masalah membeku, dan pada akhirnya pelan-pelan mencair.

Ingin rasanya, berteriak “I’M OKAY…!!! SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA” karena memang sebenarnya ‘semua baik-baik saja’ kan?

Ingin rasanya, berlari, berlari dan terus berlari sampai semua situasi membaik dengan sendirinya. Tapi tidak bisa kan…?

Aku amat sangat menyadari kekuranganku, yang aku anggap sebagai sifat yang harus aku ubah. Aku menyadari, kemampuanku menghadapi segala macam situasi sangatlah buruk, setingkat anak kecil belajar mengaji. Bahkan mereka lebih baik. Mereka belajar, salah dan dimarahi, tapi pada akhirnya mereka mampu membaca al-qur’an dengan indah. Sedangkan aku? Aku selalu meyakinkan diri, ‘ini proses belajar. Lain kali gak boleh gini’, tapi pada akhirnya aku hanya kecewa karena ternyata aku belum benar-benar bisa belajar.

Berpura-pura bahwa semua ini ‘hanyalah’ proses dalam menjalani kehidupan, proses pendewasaan, tidak menjadikan hari-hariku lebih baik. Aku terjebak dalam perasaan: semakin dewasa semakin banyak masalah. Aku salah dalam hal itu. Yang ada, semakin dewasa, kita akan semakin memikirkan hal-hal yang terjadi, mencoba mencari solusi.

Situasi + Perasaan = Masalah, kata Reza Gunawan. Dan aku, si manusia penuh perasaan, selalu salah dalam meletakkan perasaanku saat menghadapi situasi buruk. Aku sadar sepenuh hati, kalau sifat ini aku diamkan, aku pendam didalam hati, hanya akan menambah masalah-masalah dalam hidup, yang sudah pasti akan terlalu berat untuk aku jalani. Aku selalu butuh pencerahan. Aku selalu butuh penghiburan. Aku selalu butuh teman.

Teman, selama ini selalu berhasil menjadi pelarianku dalam ‘masalah’. Mereka bisa melihat apa yang tidak bisa aku lihat di diriku. Mereka selalu menemukan solusi untukku. Mereka akan selalu bilang, semuanya akan baik-baik saja, dan itu sangat menghiburku. Dan tentunya juga, aku akan selalu bilang, ketika mereka mengahadapi situasi buruk, ‘semua akan baik-baik saja’. Karena kita tidak akan pernah bisa mengatakan ‘semua akan baik-baik saja’ pada diri kita sendiri.

Iklan

2 tanggapan untuk “i’m not okay…

  1. baca post ku yg dulu kan??

    “Aku baik2 saja…. dan semua akan baik2 saja…”

    klo pas lg putus asaaaaaa bgt, sering2 ucapkan dlm hati, klo perlu diucapkan (lafaz) -tapi tentu saja klo Anda sdg sendirian. Jika di karamaian? hoho, resiko ditanggung sopir !-

    Works for me, wish it does for u too.
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s