buzz..buzz..buzz..

Racist

Indonesia punya beragam suku bangsa, menjadi kebanggaan tersendiri dimata internasional. Bangga apanya? Kenapa mesti bangga punya banyak suku, padahal masyarakatnya tidak saling menghargai. Kebanggaan yang hanya untuk diperlihatkan pada orang lain, tapi menyembunyikan kenyataan bahwa sebenarnya masyarakat masing-masing suku merendahkan suku lainnya. Huh! Sangat negeriku sekali.

Bayangkan masyarakat hidup per suku, dimana masing-masing suku punya batasan daerah yang tidak boleh dilalui suku lain. Seolah hidup rukun bersama, padahal tetap saling menggunjingkan suku lain. Sangat negeriku sekali. Aku sadar, selama ini kita hidup dalam dunia penuh teori, belajar dari lembar-lembaran kertas. Kita belajar untuk saling menghargai, antara suku Jawa, Minang, Melayu, Batak, dll. Tapi kenyataannya orang pintar dan cerdaspun, yang aku yakin sangat bagus dalam teorinya, tidak bisa menghilangkan sifat dasarnya untuk RASIS.

Dari semua suku di negeri ini, menurutku yang paling banyak dirugikan secara verbal adalah Suku Minang. Orang Minang, menurut orang-orang adalah orang yang paling pelit. Aku akui, dulu juga sempat berpikiran begitu. Tapi, lama-lama nyadar juga. Sok tahu sekali kita, melabeli semua orang Minang dengan kata PELIT di jidatnya. Dasar kita, manusia sombong. Aku pernah ‘perang’ dengan seseorang *yang jadi asal muasal postingan ini*. Kita pernah ngobrol, dan dia pernah mempermasalahkan ke-pelit-an orang Minang, dan cenderung meremehkan. Aku, karena bukan orang Minang jadi gak ngerasa, jadi anggap angin lalu aja. So what? bukan Melayu ini, begitu pikirku. Tapi kemudian, *beberapa lama kemudian*, dia menunjukkan sifat aslinya. Nih ya kalau aku bilang, *sori banget agak kasar*, dia itu orangnya perhitungan, semua diitung-itung pake duit, kebaikan kita diabaikan tapi sekalinya dia rugi (rugi materi) dikit aja, langsung deh dipermasalahkan. Helllooow…? aku sampai bilang ke dia “Ngomongin orang Padang, tapi sendirinya lebih parah!”. Yeah, ‘perang’ itu yang kemudian bikin aku nyadar, kenapa kita merendahkan suku lain, padahal kita sendiri mungkin tidak lebih baik dari yang remehkan itu. Pengen aja, aku langsung membeberkan karakter sukunya yang jelek-jelek ke muka dia, biar nyadar gituh, tapi aku posisinya jadi sama kayak dia donk..? Najis. Sory emang emosian gini orangnya.

Di tempat asalku sana, entah dari siapa asalnya, ada sebuah perumpamaan. Kalau kamu bertanya “Mau kemana?” ke orang Jawa, Minang dan Melayu, inilah jawaban mereka.
Jawa   : “Mau cari kerja”
Minang : “Mau cari duit”
Melayu : “Mau cari angin”

Itu, jawaban memang mencerminkan sifat dasar masing-masing suku. Jawaban orang Jawa mungkin mengatakan bahwa mereka sebenarnya adalah tipikal pekerja keras *walau tidak semuanya begitu*. Jawaban orang Minang mungkin mencerminkan sifat mereka yang ingin hidup berkecukupan. Tapi mungkin ini yang sering disalahartikan orang-orang, dianggapnya pelit. Memang kenapa kalau orang pengen nyari duit sampai merantau? bukankah itu juga sama saja dengan bekerja keras? *tanya aja sama orang Minang langsung*. Jawaban orang Melayu? mencerminkan sifat dasar mereka yang santai dalam hidup (baca:pemalas) *walau tidak semuanya begitu*. Yang protes dengan kalimat terakhir, bilang ke aku!.

Menurutku, memang susah, agak sentimen juga kalau membahas masalah kesukuan ini. Banyak orang yang mengumbar-umbar anti RASIS, padahal dalam hatinya masih menolak untuk menerima perbedaan suku lain. Kalau memang sulit menerima, setidaknya janganlah kita meremehkan suku lain. Karena baik-buruknya kita dinilai dari kepribadian kita, bukan karena suku kita kan…?

Bukan menggurui, cuma  berbagi emosi.

Iklan

2 tanggapan untuk “Racist

  1. Orang Minang pelit??
    uhmmm….
    *bayangin ucup*
    Yaaaaa… iya juga sih…

    Kyahahaha,,,
    *piss cup*

    Untung suku Batak tidak disebut2 dalam postingan ini…
    *lega*

  2. iyah..ini kn posting gara2 seseorang itu mmbahas orang Minang…

    ini bukn njelek2in…tp kenyataannya orang nganggap gitu..so,,hilangkan pikiran itu dari pikiranmu Juz..hoho…

    ini bukan ajang mengungkapkan karakteristik suku-suku oy..
    cuma curhatan ajah..

    apa mw aq sebutin juz..? ha ha ha *ketawa setan*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s