bookz · moviez

Into The Wild

Pernah nonton atau baca Into The Wild…? Film produksi tahun 2007 yang diadaptasi dari novel berdasarkan kisah nyata kehidupan Chris McCandless, terbit tahun 1995 (atau 1996 ? lupa).

The Movie

the movie
the movie

Chris McCandless (Emile Hirsch) bertualang ke Alaska setelah menyelesaikan masa kuliahnya. Ia, digambarkan sebagai seorang pemuda idealis yang ‘marah’ dengan keadaan orangtuanya yang menurutnya munafik. Setelah menyelesaikan kuliah, Chris memberikan seluruh tabungannya ke badan amal yang menangani masalah kelaparan dan kartu pengenalnya. Ia percaya bahwa ia bisa hidup mandiri, bergantung pada alam dan kemampuannya sendiri.

*ulasan selebihnya di the book ajah

The Book

the book
the book

Sama seperti filmnya, cerita buku dimulai ketika Chris sudah hampir mencapai Alaska. Cerita pun mengalir flashback, dari cerita masa kecil, masa kuliah dan petualangannya sebelum mencapai Alaska pada tahun 1990. Bagaimana ia bertemu dengan Jan Burres dan Rainey si sesama pengembara, Wayne si pemilik ladang gandum, Jim Gallien yang memberi sepatu bootnya di awal cerita, si kakek tua Ronald Franz yang ingin mengangkatnya sebagai anak.

Jon Krakauer, penulis buku tersebut meyelidiki kehidupan Chris demi terbitnya buku Into The Wild. Agak kaget juga, karena Aku kira -seperti buku-buku autobiografi lainnya-, pasti banyak bumbu-bumbu kejadian yang berbeda dari kisah nyata demi menambah daya tarik film. Tapi, ternyata cerita yang ada di film memang benar-benar terjadi: Jon Krakauer bertemu dengan orang-orang yang pernah bersentuhan dengan Chris.

Jon Krakauer yang juga memang seorang petualang, menyisipkan cerita dan pendapatnya tentang Chris didalam buku. Ia menerjemahkan setiap keadaan yang dialami Chris dari sudut pandang seorang petualang. Cukup membantu pembaca untuk memahami apa yang dilakukan Chris di Alaska.

Aku kira, membaca bukunya setelah menonton film bakal bikin bosan, tapi ternyata tidak. Banyak fakta tentang kehidupan petualangan Chris yang tidak diceritakan didalam film. Seperti : bagaimana kehidupan keluarganya setelah ditinggal Chris, bagaimana perasaan teman-teman baru yang ditemuinya di jalanan- ketika tahu bahwa ia telah tewas, bagaimana cerobohnya Chris -menurut petualang-petualang ALaska lainnya- mencoba hidup di Alaska tanpa persiapan cukup.

Dan yang mungkin tidak diketahui penonton, yang diungkapkan dalam bukunya, bus ajaib tempat Chris hidup dan tewas didalamnya, ternyata tidak seperti dugaan Chris. Chris mungkin mengira bahwa ia telah memasuki alam liar Alaska dengan tinggal jauh dari peradaban. Dan tanpa ia ketahui, ia hanya beberapa kilometer dari pinggiran kota *apa ya, lupa namanya* dan juga pos penjaga hutan nasional *kalau gak salah*. Pasti fakta yang menyebalkan kalau Chris mengetahuinya. Dan itu, adalah salah satu faktor kenapa banyak orang yang tidak bersimpati pada petualangannya. ia dinilai tidak siap untuk bertualang dan juga sombong untuk memasuki Alaska, karena ia membuang peta dan tidak memiliki kompas.

Chris McCandless, didepan bus ajaib
Chris McCandless, didepan bus ajaib

Well, kita tidak pernah tahu apa yang ada di pikiran Chris, dan Aku salut dengan Chris bisabertahan hidup dua tahun di jalanan dan beberapa bulan di Alaska, bergantung pada dirinya sendiri, tidak pada orang lain *seperti yang mungkin kita lakukan saat ini*.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s