buzz..buzz..buzz..

Aku Suka Kamu

Ssstt…

Dulu Aku pernah suka sama Kamu.

Kamu ingat, malam itu Aku mengirim surat cinta padamu. Surat cinta biasa, Aku tulis di kertas kecil dan Aku titipkan lewat temanmu. Aku melihatmu saat itu, teman-temanmu menertawakanmu saat berita surat cinta itu tersebar. Surat cinta pertamamu kah?

Kalau Kamu tanyakan padaku mengapa waktu itu Aku memberimu surat cinta, jawabannya mudah. Aku suka Kamu saat itu. Hanya Kamu yang memenuhi ruang pandang mataku. Aku selalu mencarimu, berharap bisa memenuhi rasa penasaranku akan apa yang sedang Kamu lakukan.

Demi Tuhan, Kamu tidak tampan. Tidak tinggi. Tidak termasuk dalam ‘kriteria cowok idaman’ juga. Tapi, tolong jangan tanyakan padaku Apa yang bisa membuatku suka padamu. Apakah ‘karena kamu lucu’ atau ‘karena kamu pintar’ cukup memuaskan rasa penasaranmu? Oke, jangan tanya lagi. Pokoknya, Aku suka Kamu. Saat itu.

Aku suka Kamu saat itu. Saat Aku baru memasuki dunia baru dalam hidupku, dan Kamu begitu tampak berbeda. Saat usiaku masih memiliki angka 1 didepan angka lainnya. Saat Aku tak mengerti mengapa orang butuh alasan untuk tahu bagaimana seseorang bisa jatuh cinta pada orang lain. Entahlah.

Maafkan Aku. Saat itu, Aku tidak tahu bagaimana harus menunjukkan perasaanku kepadamu. Bagaimana membuat Kamu mengerti akan apa yang Aku rasakan. Dan percayalah, saat mengingatnya, semuanya membuatku tertawa. Saat Aku merasa bahagia mendapatkan nomor handphone-mu. Saat Aku semangat mengikuti kepanitiaan yang sama denganmu. Saat Aku deg-degan ketika memasuki ruangan lab, karena Aku yakin Kamu ada disana. Saat Aku terlalu tegang ketika bertemu Kamu, sampai-sampai Aku tidak bisa tersenyum padamu. Percayalah, sampai saat inipun, Aku masih berusaha menghilangkan kebiasaan jelekku yang satu itu. Dan Aku tidak akan marah ataupun tersinggung kalau Kamu mengira Aku ini tidak ramah. Orang macam apa, yang malah terlihat sombong kepada orang yang pernah dikiriminya surat cinta?

Kamu boleh marah dengan sikapku yang aneh. Sikapku yang tidak jelas, begitu juga dengan pesan-pesan yang kukirimkan lewat page-mu. Akhirnya, semua berlalu seperti kisahku terdahulu. Kita berdiam diri di tempat masing-masing. Aku mundur dan Kamu tidak pernah maju. Disanalah Kita, sampai akhirnya ketika Kita tidak pernah bertemu lagi, berdiri berhadapan tanpa pernah mencoba berdampingan. Untuk kesekian kalinya Aku hanya bisa menertawakan kebodohanku.

Perlu Kamu tahu, Aku tidak akan menyesal karena pernah suka Kamu. Aku tidak akan menyesal karena Aku pernah mengirim surat cinta padamu. Aku tidak akan menyesal karena pesan-pesan yang pernah Aku kirimkan.

Saat nanti Kita bertemu lagi, Aku akan mengatakannya padamu, Aku suka Kamu. Dulu.

Iklan

6 tanggapan untuk “Aku Suka Kamu

  1. “Saat usiaku masih memiliki angka 1 didepan angka lainnya”

    saya mengerti benar kegundahan penulis sbg wanita di awal umur kepala 3…………………………………………………..dan belum menemukan jodoh……

    šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s