buzz..buzz..buzz..

Semarang

Ehm, sebenarnya ini draft tanggal 3 April kemaren, tapi brhubung kmaren2 gak bisa upload poto, jadinya terbengkalai deh. Eeh, ternyata skarang dah bisa upload, jadi ku posting aja deh.


Destination : Semarang

2 April 2009

Yeaw, setelah Aku didadar tanggal 1 kemaren, tibalah saatnya ‘REFRESHING’ *agak lebay juga siyh, pas TA aja refreshing mulu kerjaannya*. Maruk, langsung ke Semarang. Ini adalah kali kedua Aku ke Semarang. Jadi agak biasa-biasa aja gak begitu semangat, kecuali untuk tujuan ke Water Blaster. Oh, itulah tujuan utama kami ke Semarang. Yeahhh!

Kota Lama

Gereja Blenduk
Gereja Blenduk

Masuk Semarang, langsung menuju kawasan Kota Lama dan saat itu sudah menunjukkan pukul 11-an. Keputusan yang salah, karena Semarang panas dan gerah. Mana gak ada yang jual sunglassess *igh gila ghue ghak khuat hot bhanghet dheh*. Aku pikir, Kota Lama adalah sebuah kawasan wisata yang mana ramai pengunjung dan tertata. Ternyata…? Kita melongo aja mutar-mutar dari Gereja Blenduk, polder dan stasiun Tawang. Mungkin emang begitu cara wisatanya ya, kita diberi keleluasaan mencari spot yang menarik dan bebas poto-poto. Tapi, sumpah membingungkan.

Lawang Sewu

lawang sewu
lawang sewu

Karena ini kali kedua kesini, [lagi-lagi] gak ada yang istimewa. Efek seramnya udah hilang. Niatnya pengen gak usah pakai Tour Guide, tapi apalah daya si bapak nempel terus ke kita. Si bapak Tour Guide d’Lawang Sewu kali amat sangat HEBOH, beda dengan sebelumnya. Si bapak dengan tampang sok lugu dan serius, menjelaskan ke kita-kita tentang sejarah Lawang Sewu dan behind the-nya. Story-nya membosankan, tapi bumbu-bumbu dari bapaknya yang bikin tour kita lebih berwarna. tsaaahhh!

Si bapak : “Ini mbak, poto di sini. bagus di poto dari atas” (menunjuk tangga putar dari lantai dua yang seram dan gelap abis).

Aku : “Loh, Pak…katanya kalau turun di tangga ini, gak boleh liat ke belakang. Ntar bisa ‘ngeliat'” (itu kata tour guide ku terdahulu).

Si bapak : “Yaaa..kalo liat kebelakang ntar matanya kena debu, makanya gak boleh”

Aku : “Oh gitu ternyata…” (logis…logis…dan barulah Aku menyadari, jangan-jangan semua cerita di Lawang Sewu adalah fiksi semata demi menaikkan pamor bengunan angker itu.

Kita pun beraksi. Mei turun lebih dulu, diikuti Aku dan Nita. Setelah sampai di separuh tangga, siap-siap di foto, kita tetap nanya-nanya gak jelas ke Si bapak.

Nita : “Emang dibawah ada apa pak…?”

Si bapak : “Gak ada apa-apa mbak” (sambil ngobrol gak jelas dengan si potograper)

Nita : (Nanya-nanya gak jelas lagi. Tips untuk mengurangi kadar ketakutan : bicaralah. Apa saja!) “Emang dibawah ada apa sih…?”

Si bapak : “Gak ada apa-apa. paling POCONGAN” (ingat, ekspresinya SOK POLOS LUGU SERIUS!)

Terimakasih bapak. Gara-gara bapak, sandal saya putus setelah lari-lari jejeritan di tangga. Hikz. Sayangnya, Kita gak bisa memasuki penjara bawah tanah, karena banjir oleh hujan semalam *katanya banyak kalajengking. YAIK!*. BTW, hari itu lumayan sepi karena kata si bapak, nanti malam yang mana adalah malam Jum’at, baru akan ramai.

Water Blaster

water blaster
water blaster

Yak. Setelah makan siang dan beli oleh-oleh *gak tau buat siapa, yng penting beli ajah*, Kita langsung menuju Water Blaster. Kurang tau lokasinya dimana, tapi kata kuncinya adalah : PLN Jatingaleh *atau Jatilangeh?*. Sampai disana, yang letaknya dalam perumahan Candi Golf *atau apaaaalah gitu, lupa*, kita kalap liat harga tiket masuknya yang murah meriah, 35ribu. Asssoooyyyy. Perumahannya juga asik gt. Memanjakan mata gt d. Masuk kedalam, lebih kalap lagi, wahananya lumayan banyak *daripada Pandawa Solo* dan tempatnya juga [lagi-lagi] asik. Tapi setelah diliat, diperhatiin dan diicip-icip, masih ekstrim Pandawa. Dan kita pun maen-maen sampai magrib datang *udah mw tutup*.

Pulangnya, makan malam di hotel kawasan Gombel *gila, romantis abis. cucok buat yang Dilanda Cinta by Anang-KD*. Perjalanan ke Jogja diisi dengan obrolan ringan-kasual horor.

Iklan

6 tanggapan untuk “Semarang

  1. [oot dulu]
    makanya posting-nya lewat ms Word aja,jadi kita ga perlu ribet upload foto. kalo ak atur foto ma tulisannya di word. Lebih bebas. habis terpublish itu baru di edit bwt di kasih tag atau kategori sgala macam..

    komen:
    1. yg bener Jatingaleh Gur. Bahasa jawa tuh, artinya jati yg berpindah

    2. se-umur2 ak ke semarang baru sekali itupun ke t4 sodara, wisatanya cuma ke simpang lima, jadi belum merasakan keseraman Lawang Sewu. Emang di sana suasana bener2 spooky ya?

  2. ->wah aq pke notepad gt pak…kalo pk msWord, ntar tulisannya kacau gt

    khehehehe,,itu siyh krn editanku aja, biar dramatis gt kliatannya. (tp fyi, bukan aq yng moto).
    wah, sana di. maen2 k semarang. gak jauh juga. ntar sekalian njenguk syekh puji.hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s