bookz

Marriage Most Scandalous

Awal tertarik pengen baca buku ini, ada embel-embel Penulis Bestseller #1 New York Times-nya. Tapi, terus terang, Aku gak tau tuh siapa Johanna Lindsey. Belum pernah baca bukunya. Sedikit tahu mengenai penulisnya setelah baca kandanGagas.

Begini ceritanya…

Marriage Most Scandalous
Marriage Most Scandalous

11 tahun yang lalu, Sebastian Townshend dibuang oleh Ayahnya karena telah berduel dengan sahabatnya sendiri, yang berujung kematian. Dia pergi meninggalkan Inggris, dan sosoknya berubah menjadi The Raven yang kejam. Sampai kemudian, Margaret Landor, mantan tetangganya yang juga anak perwalian Ayahnya *betul gak tuh istilahnya?*, menemukannya untuk mencari penyebab kecelakaan yang dialami ayah Sebastian, yang menurut dugaan Margaret adalah percobaan pembunuhan terhadap Ayah Sebastian. Margaret -yang sejak kecil sudah menaruh hati pada Sebastian- pun mengusulkan pernikahan pura-pura, agar Sebastian bisa masuk ke lingkungan keluarganya lagi.

Oke, terdengar singkat, tapi sebenarnya ceritanya berliku juga. Kita dihadapkan dengan kejahatan hasil kelicikan khas bangsawan eropa *sotoy dehhh*. Pas baca, kadang memang bisa lupa kalau ternyata cerita ini bersettingkan tahun 1800an. Awal baca, Aku menduga, cerita ini hampir sama alurnya dengan novel-novel percintaan Harlequin. Dan bahkan boleh jadi ‘sama saja’ dengan karya-karya Barbara Cartland. Bedanya, MMS lebih tebal dan mungkin agak lebih ribet. Ini buku asik banget buat pengantar tidur malam hari *tapi hari pertama baca malah gak bisa tidur saking penasaran sama kisahnya*. Tentang kisah cintanya sendiri, seperti yang Aku bilang sebelumnya, selayaknya kisah cinta ringan novel-novel percintaan Harlequin. Cocok buat yang ingin mendapatkan akhir cinta bahagia setelah sebelumnya mengalami pergolakan batin dan bla bla bla. Tapi agak lumayan terganggu, terjemahannya gak mengalir dengan indah, dan juga lumayan banyak kesalahan edit kata-kata *manusiawi!*.

Iklan

6 tanggapan untuk “Marriage Most Scandalous

  1. Awal baca, Aku menduga, cerita ini hampir sama alurnya dengan novel-novel percintaan Harlequin. Dan bahkan boleh jadi ’sama saja’ dengan karya-karya Barbara Cartland

    jiah, dalam juga penelusurannya..

  2. snap,,,,,snap…..snap…

    dah lama gag baca2,,,

    hem,,,,gmn ya??gag pengangguran si…

    btw headermu keyen bgt geng………

    kliatan kurus+tinggi
    cantiq deh….

  3. klo gue dah baca bukunya J. Lindsey tp yg terbitan gramedia ( secret fire n when love awaits), cuma pas baca punya gagas ….hmm rasanya ada yang beda , alih bahasanya kale n kurang sreg ma bukunya he..he…..
    Namanya juga bandingin…..,
    Tp ga masalah …..
    habis gue lagi demen ma crita historical romance gitu.
    Buat gramedia kpn lg nih terbitin ceritanya J Lidsey……..pls

  4. Yaaappp,,, betul sekali. Kalau untuk novel terjemahan, Aku lebih milih Gramedia sih. Gagas, yang selama ini pernah kubaca, terjemahannya kurang asyik. Agak gak membantu pembaca menyelami isi cerita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s