buzz..buzz..buzz..

Menyela atau mengkritik…???

Suatu kali, Aku mampir ke blog seorang penulis novel. Baru punya 1 novel, tapi Aku udah suka aja sama tulisannya. Sayang aja dia belum beranak novel kedua. Di suatu postingannya, si Penulis bercerita tentang pengalamannya dikritik. Katanya, saat pertama membaca kritikan seseorang, hatinya tertohok *err, agak tidak valid juga. Ini menurut bahasaku aja*. Dia tahu bagaimana caranya mengkritik, tapi tak pernah tau bagaimana menanggapi kritikan. Ok, tidak perlu dilanjutkan lagi cerita tentang dia. Berlanjut dengan Aku dan kritik-kritik.

Hampir setiap selesai membaca buku atau menonton film, Aku bikin reviewnya di blog ini. Maksud hati, ingin berbagi dengan orang lain yang sedianya akan membaca atau menonton. Tak jarang, terselip kekurangan dan ketidakpuasanku terhadap buku/film tersebut. Aku pikir, “Yaa wajar…Aku mau nonton atau baca ini kan bayar…sudah seharusnya Aku tidak mendapatkan kecewa”. Itu, selalu tersirat dalam postinganku. Segala kekurangan karya orang lain. Kupikir, tak ada salahnya. Ini blogku. Ini rumahku. Ini pendapatku.

Mereka memang butuh dikritik demi karya mereka sendiri…? Bukankah setiap orang butuh masukan?

Tapi, apa Aku sudah menyampaikan maksudku dengan benar…?

Apa Aku benar-benar telah mengkritiknya, atau jangan-jangan selama ini Aku hanya menyela karya orang lain. Menyela yang berarti, Aku telah mengatakan kepadanya “karyamu jelek sekali. Apa ini yang Kau sebut buku? Kembalikan duitku…!!!”

Itu arti menyela bagiku.

Dan sepertinya, jika Aku di posisinya, Aku pasti tidak akan suka. Aku pasti akan marah. Bisa jadi Aku akan mengatakan ini, “Eh suka-suka donk. Kalau gak suka kenapa baca? Memang Kau bisa bikin yang seperti ini? Jangan kebanyakan protes aja. Dasar mulut besar…!!!”

Oke, apa yang telah Aku lakukan selama ini…?

Kupikir, selama ini Aku sudah menghargai karya orang, pendapat orang dan pilihan orang. Tapi ternyata, untuk hal sepele dengan memberikan komentar di blog, Aku telah mengabaikan perasaan orang lain.

Tidak terbayang rasanya, kalau suatu ketika, Aku menyutradarai film yang Aku buat mati-matian, semua waktuku habis disana, jatah usiaku berkurang lima tahun karena selalu memikirkan apakah orang lain akan menyukai karyaku, dan tiba-tiba seorang remaja berteriak didepan teman-temannya, “Eh. Aku udah nonton tuh filmnya Gurindang. Apaan tuh, memang bego banget dia bikin film. Masa ceritanya begitu…?” Kalau saat itu Aku benar-benar santai, mungkin komentarnya hanya akan membuatku tertawa dan berbipikir “Yaa, selera kita tak sama, sob…!”, coba jika saat itu mood ku sedang tidak enak, mungkin si remaja sudah pulang dengan gigi depan patah dua biji.

Perhatikan ketika kita memberikan pujian. Ini sangat mudah sekali menurutku. “Ceritanya seru!” atau sekedar “Ih, Kamu keren banget hari ini…!”, sangat mudah kita ucapkan. Padahal, pujian dan menyela itu hampir sama. Sama-sama mengungkapkan perasaan dan pikiran kita secara spontan. Bedanya, hal positif membuat orang lain tersenyum. Dan hal negatif, rasanya tidak semua orang bisa menerima ketika disampaikan secara spontan. Itu, menurutku, telah menyela orang tersebut. telah mematahkan semangatnya, telah menghentikan kebahagiaannya. Aku…? terus terang tidak mau di-begitu-kan, karena masih belum mahir mengendalikannya.

Ahh, ternyata memberikan pendapat itu tidak mudah.

Kita harus tahu aturannya, harus tahu cara mainnya.

Sayangnya, Aku tidak tahu bagaimana cara mengkritik yang benar.

Iklan

3 tanggapan untuk “Menyela atau mengkritik…???

  1. wakakakaka,,,,

    geng ternyata mo bikin film??

    aq donk yang jadi pemain utamanya…yg antagonis aja yow…

    eh geng…jahat juga ya…ntar kalo aq *menyela* geng tambah langsing gigiku lepas 2 donk..

    ampun dah geng…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s