buzz..buzz..buzz..

. . .

Kenapa, Kita harus melihat orang lain seperti apa yang ingin Kita lihat ?

Kenapa, Kita harus merasa wajib menjadi komentator atas hidup orang lain ?

Kenapa, Kita lebih suka berprasangka, daripada bertanya kebenaran hal yang bahkan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan diri Kita sendiri ?

Kenapa, Kita harus merasa wajib ikut menyelesaikan masalah orang lain tanpa diminta ?

Kenapa, Kita harus merasa lebih tahu segalanya dari orang lain ?

Kenapa, Kita lebih suka berbicara yang tidak penting, tidak Kita sadari sampai pembicaraan itu menjadi dosa dan menyakiti orang lain ?

Kenapa, Kita harus bersikap palsu ? berpikir palsu ? bermuka palsu ? berucap palsu ?

Kenapa, Kita katakan pada orang lain bahwa Kita adalah sahabatnya yang setia, padahal Kita selalu sedih melihat dia ‘melebihi’ Kita ?

Kenapa, Kita tidak pernah ingin sedikit saja mengerti perasaan orang lain atas tingkah laku Kita ?

Kenapa, Kita harus terpengaruh dengan sikap orang lain pada Kita ?

Kenapa, hidup Kita selalu diikuti oleh orang-orang menyebalkan yang jumlahnya tiada tara, yang membuat diri Kita mungkin akan bersikap menyebalkan juga ?

Kenapa, Kita harus hidup dengan ekspektasi yang dibuat orang lain ?

Kenapa ?

Kenapa ?

Kenapa ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s